Against the Odds: Budi's Quiet Triumph in Art
Fluent Fiction - Indonesian: Against the Odds: Budi's Quiet Triumph in Art
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-09-18-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Di tengah hijau hamparan lapangan sekolah asrama, bunga-bunga mulai mekar ketika musim semi datang dengan penuh warna.
En: In the midst of the green expanse of the boarding school field, flowers began to bloom as spring arrived with full color.
Id: Di sana, ruang seni sekolah penuh dengan karya siswa.
En: There, the school's art room was filled with students' works.
Id: Aroma cat dan kertas menyatu dalam udara, memancarkan semangat artistik yang tinggi.
En: The scent of paint and paper melded in the air, exuding a high artistic spirit.
Id: Salah satu siswa yang sibuk adalah Budi.
En: One of the busy students was Budi.
Id: Dia adalah siswa pemalu yang selalu berfikir dalam.
En: He was a shy student who always thought deeply.
Id: Budi punya misi penting: memenangkan kompetisi seni.
En: Budi had an important mission: to win the art competition.
Id: Rina, sahabat Budi, duduk di sebelahnya.
En: Rina, Budi's friend, sat next to him.
Id: "Budi, kamu harus percaya diri. Lukisanmu luar biasa," katanya sambil tersenyum.
En: "Budi, you must have confidence. Your painting is amazing," she said with a smile.
Id: "Aku hanya ingin membuktikan kepada ayahku bahwa aku bisa," jawab Budi.
En: "I just want to prove to my father that I can," replied Budi.
Id: Ayah Budi, seorang seniman, sudah lama meninggalkan keluarganya, dan Budi berharap mendapatkan perhatian darinya melalui kemenangannya.
En: Budi's father, an artist, had long left the family, and Budi hoped to gain his attention through his victory.
Id: Di sisi lain ruangan, Adi menatap Budi dengan tajam.
En: On the other side of the room, Adi looked at Budi sharply.
Id: Dia adalah saingan Budi dalam kompetisi ini.
En: He was Budi's rival in this competition.
Id: Adi selalu tampil percaya diri, bertekad untuk menang.
En: Adi always appeared confident, determined to win.
Id: "Kurasa kompetisi ini akan milikku lagi kali ini," katanya kepada teman-temannya.
En: "I think this competition will be mine again this time," he said to his friends.
Id: Budi merasa gugup.
En: Budi felt nervous.
Id: Apakah dia bisa menang?
En: Could he win?
Id: Adakah cukup waktu dan bahan untuk menyelesaikan lukisannya?
En: Was there enough time and material to finish his painting?
Id: Tetapi dia tahu dia tidak bisa menyerah.
En: But he knew he couldn't give up.
Id: Budi memutuskan untuk bekerja keras, bahkan hingga larut malam.
En: Budi decided to work hard, even late into the night.
Id: Dia menarik inspirasi dari kenangan masa kecilnya, ketika dia dan ayahnya melukis bersama di halaman rumah.
En: He drew inspiration from childhood memories, when he and his father painted together in the yard.
Id: Rina sering datang membantu.
En: Rina often came to help.
Id: "Coba gunakan lebih banyak warna cerah," sarannya suatu malam, melihat lukisan Budi yang menggambarkan taman dan pelangi.
En: "Try using more bright colors," she suggested one night, observing Budi's painting depicting a garden and a rainbow.
Id: Hari kompetisi akhirnya tiba.
En: The day of the competition finally arrived.
Id: Budi menghabiskan jam-jam terakhir untuk menyelesaikan lukisannya.
En: Budi spent the last hours finishing his painting.
Id: Serangan rumor dari Adi tidak mematahkan semangatnya; "Budi akan...
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.com/id/episode/2026-09-18-07-38-19-id
Story Transcript:
Id: Di tengah hijau hamparan lapangan sekolah asrama, bunga-bunga mulai mekar ketika musim semi datang dengan penuh warna.
En: In the midst of the green expanse of the boarding school field, flowers began to bloom as spring arrived with full color.
Id: Di sana, ruang seni sekolah penuh dengan karya siswa.
En: There, the school's art room was filled with students' works.
Id: Aroma cat dan kertas menyatu dalam udara, memancarkan semangat artistik yang tinggi.
En: The scent of paint and paper melded in the air, exuding a high artistic spirit.
Id: Salah satu siswa yang sibuk adalah Budi.
En: One of the busy students was Budi.
Id: Dia adalah siswa pemalu yang selalu berfikir dalam.
En: He was a shy student who always thought deeply.
Id: Budi punya misi penting: memenangkan kompetisi seni.
En: Budi had an important mission: to win the art competition.
Id: Rina, sahabat Budi, duduk di sebelahnya.
En: Rina, Budi's friend, sat next to him.
Id: "Budi, kamu harus percaya diri. Lukisanmu luar biasa," katanya sambil tersenyum.
En: "Budi, you must have confidence. Your painting is amazing," she said with a smile.
Id: "Aku hanya ingin membuktikan kepada ayahku bahwa aku bisa," jawab Budi.
En: "I just want to prove to my father that I can," replied Budi.
Id: Ayah Budi, seorang seniman, sudah lama meninggalkan keluarganya, dan Budi berharap mendapatkan perhatian darinya melalui kemenangannya.
En: Budi's father, an artist, had long left the family, and Budi hoped to gain his attention through his victory.
Id: Di sisi lain ruangan, Adi menatap Budi dengan tajam.
En: On the other side of the room, Adi looked at Budi sharply.
Id: Dia adalah saingan Budi dalam kompetisi ini.
En: He was Budi's rival in this competition.
Id: Adi selalu tampil percaya diri, bertekad untuk menang.
En: Adi always appeared confident, determined to win.
Id: "Kurasa kompetisi ini akan milikku lagi kali ini," katanya kepada teman-temannya.
En: "I think this competition will be mine again this time," he said to his friends.
Id: Budi merasa gugup.
En: Budi felt nervous.
Id: Apakah dia bisa menang?
En: Could he win?
Id: Adakah cukup waktu dan bahan untuk menyelesaikan lukisannya?
En: Was there enough time and material to finish his painting?
Id: Tetapi dia tahu dia tidak bisa menyerah.
En: But he knew he couldn't give up.
Id: Budi memutuskan untuk bekerja keras, bahkan hingga larut malam.
En: Budi decided to work hard, even late into the night.
Id: Dia menarik inspirasi dari kenangan masa kecilnya, ketika dia dan ayahnya melukis bersama di halaman rumah.
En: He drew inspiration from childhood memories, when he and his father painted together in the yard.
Id: Rina sering datang membantu.
En: Rina often came to help.
Id: "Coba gunakan lebih banyak warna cerah," sarannya suatu malam, melihat lukisan Budi yang menggambarkan taman dan pelangi.
En: "Try using more bright colors," she suggested one night, observing Budi's painting depicting a garden and a rainbow.
Id: Hari kompetisi akhirnya tiba.
En: The day of the competition finally arrived.
Id: Budi menghabiskan jam-jam terakhir untuk menyelesaikan lukisannya.
En: Budi spent the last hours finishing his painting.
Id: Serangan rumor dari Adi tidak mematahkan semangatnya; "Budi akan...
You May Also Like

Motivational Speeches
Motivationly

Les dents et dodo
BFMTV

edWebcasts
edWeb
Kabbalah Media | mp3 #kab_ger
Bnei Baruch Kabbalah Education and Research Institute, Бней Барух – Ассоциация "Каббала Ла-Ам"
Kabbalah: Daily Lessons | mp3 #kab_por
Bnei Baruch Kabbalah Education and Research Institute, Бней Барух – Ассоциация "Каббала Ла-Ам"
Kabbalah Media | mp4 #kab_eng
Bnei Baruch Kabbalah Education and Research Institute, Бней Барух – Ассоциация "Каббала Ла-Ам"
Kabbalah Media | mp3 #kab_eng
Bnei Baruch Kabbalah Education and Research Institute, Бней Барух – Ассоциация "Каббала Ла-Ам"

Thrasherway Podcast
HLT

thethrasherway's podcast
Henry Thrasher

Shimon Davis
Shimon Davis
Community discussion